Sabtu, 10 November 2012

Teknologi Informasi dan Suply Chain Management (SCM)


Supply Chain Management adalah manajemen dalam hubungan organisasi dimana setiap organisasi mempunyai jalur hubungan dengan lainya secara upstream maupun downstream dengan proses yang berbeda untuk menghasilkan nilai dalam bentuk barang atau jasa untuk konsumen. (Slack, Chambers, & Johnston,2001).
Menurut Simchi-Levi (2003) Tujuan dari teknologi informasi dalam SCM adalah :
  • Menyediakan informasi yang berguna dan nyata
  • Memungkinkan untuk kontak data tunggal
  • Memberikan keputusan berdasarkan total informasi supply chain
  • Memungkinkan kerjasama dengan supply chain patner
Akhir-akhir ini, konsep SCM telah menjadi paradigma yang populer. Akibat adanya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) yang memuat didalamnya teknologi perpindahan data elektronik (EDI), internet dan Word Wide Web (WWW), kompleksitas dari sistem SCM meningkat. Meningkatnya komlpleksitas SCM juga dipengaruhi oleh perusahaan yang melakukan kegiata bisnis secara online (E-Commerce).
Peran teknologi informasi dalam SCM adalah mengurangi selisih biaya transaksi antar  supply chain patner dan biaya dalam mendapatkan aliran informasi. Dengan kata lain, teknologi informasi lebih mempunyai peran dalam mendukung kolaborasi dan koordinasi supply chain melalui pemanfaatan bersama informasi. Teknologi informasi juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Dalam hal inilah, dibutuhkan kekuatan analitis dari komputer untuk menyediakan bantuan untuk mengambil keputusan. Teknologi Informasi mempunyai peranan penting dalam mendukung kinerja perusahaan yaitu akan menciptakan strategi yang bermanfaat dengan memungkinkan perencanaan strategi secara terpusat dengan operasi terpusat. Teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat besar dalam SCM.

1.1. Strategic Planning IT
Seperti yang dijelaskan pada gambar 1, peran dari manajemen tingkat atas sangat penting dalam membuat strategi dan keputusan berdasarkan fakta dan data. Jaman globalisasi menuntuk untuk menerapkan teknologi informasi dalam proses bisnis. Tentu saja penerapan teknologi informasi dalam sistem SCM, tidak hanya diterapkan dalam bentuk software saja tetapi juga dilakukan perubahan dalam proses bisnis dan cara kerja perusahaan.  Dalam membuat perubahan sangat penting untuk berinvestasi baik dalam dana maupun orang yang memiliki kemampuan. Apabila sebuah perusahaan tidak menerapkan Teknologi Informasi dalam kegiatan mereka, sangat dimungkinkan beberapa tahun kedepan perusahaan tersebut akan kehilangan posisi dalam pasar. Tentu saja dalam penerapan Teknologi Informasi dalam proses bisnis terutama dalam SCM perlu adanya strategi yang efektif akan perusahaan dapat berkembang dan tidak kehilangan posisi dalam pasar. Beberapa strategi tersebut adalah :
  1. Perusahaan menerapkan teknologi informasi dalam proses kecepatan delivery barang atau jasa serta kualitas dari pelayanan
  2. Perusahaan menerapkan teknologi informasi untuk mengembangkan performa supply chain dengan berusaha mendapatkan kebutuhan finansial dan dukungan dari pemerintah
  3. Penggunaan teknologi informasi untuk meminimalkan biaya dengan menggunakan Internet dalam proses supply chain
  4. Perusahaan berusaha mengembangkan e-commerce untuk menciptakan image yang baik bagi pelanggan
1.2. Virtual Enterprise(VE)
Pengembangan  Virtual Enterprise merupakan salah satu hal terpenting dalam menerapkan teknologi informasi dalam SCM. Tanpa adanya penggunaan teknologi informasi, sangat sulit untuk mengembangkan VE karena Virtual Enterprise terdiri atas kolaborasi beberapa perusahaan yang menawarkan produk dan jasa yang berbeda dengan penerapan teknologi serta sistem yang berdeba pula tergantung core bisnis perusahaan. Sebelum menerapkan  Virtual Enterprise dalam proses bisnis, perusahaan harus melakukan evaluasi mengenai sistem teknologi supply chain apakah mendukung untuk diintegrasikan dengan teknologi supply chain perusahaan patner.

1.3. E-Commerce
Dampak adanya e-commerce dalam SCM adalah meluasna fasilitas dalam komunikasi dalam organisasi serta mengurangi waktu proses dan berkembangnya kerja sama. E-commerce menyediakan kesempatan bagi sebuah organisasi untuk meluaskan pasar mereka ke seluruh dunia sehingga dapat menaikan tingkat permintaan dalam penggunaan barang atau jasa. Hal ini membutuhkan SCM yang efektif salah satunya dengan menerapkan VE dan Enterprise Rosource Planning (ERP). tren saat ini dalam proses bisnis adalah e-commerce yang diterapkan dalam proses Business-to-Consumen (B2C), Business-to-Businnes(B2B), dan Costumer-to-Costumer(C2C). Dalam meningkatkan proses komunikasi antara supplier dan costumer sangat diperlukan penggunaan internet, web, EDI.

1.4. Infrastructure
Sejak kebutuhan terhadap kecepatan pelayanan internet untuk memproses banyak data, banyak Internet Service Provider(ISP) yang menawarkan kecepatan internet yang tinggi sehingga dalam menjalankan sistem informasi berbasis teknologi informasi tidak lambat dan pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Memang dalam mengembangkan infrastuktur membutuhkan investasi dalam pelayanan internet, pengembangan dan pembaharuan web site sehingga diperlukan strategi dalam proses bisnis seperti bekerja sama dengan perusahaan yang bekerja dalam bidang teknologi informasi atau perusahaan lainya yang dapat memcahkan masalah.

1.5. Knowledge dan IT Management (KM)
KM telah menjadi salah satu hal penting dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam proses dan lingkungan bisnis untuk memperoleh data dan informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan strategi perusahaan. Dalam menerapkan KM diperlukan perencanaan, koordinasi dan pengontrolan aktifitas.

1.6. Implentation IT
Dalam melakukan implementasi untuk mendapatkan kecepatan dalam suppy chain diperlukan tim yang kuat yangmengetahui kunci dan pengetahuan teknologi informasi. Dokumentasi yang rapih sangat diperlukan dalam membuat perencanaan dan pengembangan teknologi dalam supply chain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar