Jumat, 16 Desember 2011

MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI DENGAN MEMPRIORITASKAN KEBUTUHAN



                Setiap orang memiliki cara dalam mengelola keuangan. Prinsipnya, pendapatan rutin bulanan sebisa mungkin memenuhi semua kebutuhan dan menyisakan uang untuk tabungan. Perlu konsistensi untuk dapat menjalani perencanaan keuangan. Cara mengelola keuangan dapat dilakukan dengan empat tahapan prioritas:

  1. Kewajiban agama/sosial, 10 persen dari penghasilan
                Seseorang perlu menentukan pengeluaran dengan melihat faktor risiko (tinggi, menengah, rendah) dan fleksibilitasnya. Pengeluaran yang fleksibel bersifat jangka panjang yang masih bisa ditawar, sedangkan lawannya, yakni kebutuhan tidak fleksibel atau tetap (fix), bersifat jangka pendek. Kewajiban agama atau sosial, seperti zakat (Muslim), perpuluhan (Nasrani), berada dalam prioritas pertama.

  1. Cicilan utang, maksimal 35 persen dari penghasilan
                Pengeluaran ini bersifat tetap dan berisiko tinggi. Cicilan seperti KPR, kendaraan, kartu kredit, dan lainnya perlu dilunasi sesuai dengan pembelanjaan. Bunga semakin tinggi jika kewajiban ini tidak segera dipenuhi. Orang normal akan mengalami gangguan psikologis jika terlilit banyak utang. Belum lagi konsekuensi legal jika kredit di bank macet.

  1. Kebutuhan masa depan, minimal 10 persen dari penghasilan
                Menabung, berinvestasi, dan membeli asuransi adalah sejumlah bentuk kebutuhan masa depan yang harus dialokasikan dari penghasilan bulanan. Kebutuhan ini menjadi penting karena kondisi keuangan selalu dinamis. Apalagi bagi karyawan, di mana ketahanan gaji memungkinkan untuk naik, turun, atau bahkan tak berpenghasilan alias kehilangan pekerjaan.

  1. Biaya hidup, 40-60 persen dari penghasilan
                Gunakan sisa penghasilan untuk memenuhi semua kebutuhan rutin bulanan, seperti sembako, listrik/air, uang sekolah anak, iuran lingkungan/keamanan, termasuk yang terkait hobi seperti membeli buku, menonton film, atau pengeluaran entertainment lainnya.

                “Prioritas pertama dalam mengelola keuangan sebaiknya membayar hutang terlebih dahulu dengan tidak mengesampingkan kewajiban agama, lalu dahulukan saving daripada shopping yang keinginannya tak pernah bisa dibatasi. Sifat konsumtif untuk memenuhi selera sisipkan pada urutan paling akhir.


Sumber :
http://www.bisnispremium.com/images/file/Trik%20Menghabiskan%20Gaji%20Tanpa%20Rasa%20Bersalah.doc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar