Minggu, 24 Juni 2012

PROPOSAL PENULISAN ILMIAH/SKRIPSI


APLIKASI TATA NAMA ILMIAH DUNIA TUMBUHAN
BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ECLIPSE

PROPOSAL PENULISAN ILMIAH













Diajukan Oleh:
Agustine Hana Masitoh
12109549


FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012


PROPOSAL PENULISAN ILMIAH

A.    JUDUL TULISAN ILMIAH
            APLIKASI TATA NAMA ILMIAH DUNIA TUMBUHAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ECLIPSE.

B.     LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam mata pelajaran di SMA terdiri dari beberapa macam IPA, IPS, B.inggris dan lain – lain. Untuk mata pelajaran IPA di antaranya ada mata pelajaran Biologi. Biologi adalah salah satu cabang pelajaran ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang manusia dan lingkungan hidupnya. Dalam pelajaran Biologi biasanya siswa di suguhkan dengan tata nama ilmiah untuk hewan dan tumbuhan. yang menggunakan bahasa latin atau bahasa lain yang di latinkan.
Tata nama ilmiah masuk dalam mata pelajaran Biologi khususnya tingkat SMA kelas X. Banyak siswa SMA susah untuk menghafal karena berbahasa latin dan terdiri dari Kingdom, Kelas, Ordo, Family, Genus, dan Spesies. Spesies tumbuhan sangat banyak, Sehingga  sering terjadi kesalahan  dalam penulisan nama ilmiah tumbuhan. Oleh karena itu tata nama ilmiah tumbuhan ini sangat penting untuk membantu siswa .
            Tata nama ilmiah tumbuhan ini di buat dalam bentuk aplikasi android, karena banyak siswa SMA terutama di kota-kota besar yang memakai ponsel berbasis android. Berdasarkan hal tersebut maka akan di buat “Aplikasi Tata Nama Ilmiah Dunia Tumbuhan pada Android  menggunakan Eclipse”. Aplikasi ini di pakai untuk ponsel android 2,3 atau yang lebih di kenal dengan “ginger bread” dan memiliki prosessor 600Mhz . Android 2,3 ini sudah banyak di gunakan oleh vendor-vendor ponsel berbasis android. Sehingga siswa SMA dapat menginstall aplikasi ini di ponsel android mereka.


C.    BATASAN MASALAH
            Dalam penulisan ilmiah ini, penulis hanya membatasi materi mengenai tata nama ilmiah biologi tumbuhan yang terdiri dari tanaman buah, tanaman sayuran , dan tanaman rempah. Lalu pengklasifikasian tumbuhan tersebut berdasarkan Kingdom, Subkingdom, Super divisi, Divisi, Kelas, Sub kelas, Ordo, Family, Genus, dan Spesies.  Selain itu menyebutkan kerabat dekat tumbuhan tersebut. Tata nama ilmiah terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Juga disertai bahasa lainnya seperti bahasa Indonesia, Melayu, Thailand, Filipina, China.  Materi tersebut berhubungan dengan materi biologi SMA khususnya kelas X.

D.    TUJUAN PENULISAN
            Tujuan penulisan ini adalah membantu pelajar SMA khususnya kelas X untuk mencari dan menghafal tata nama ilmiah dan klasifikasi pada tumbuhan.

E.     METODE PENULISAN
Metode yang di pakai dalam penulisan ini dengan mengikuti tahapan-tahapan dalam Siklus Hidup Pengembangan Software (SDLC). Tiap-tiap tahapan ini mempunyai karakteristik tersendiri. Tahapan utama Siklus Hidup Pengembangan Software terdiri dari :
1.      Analisa
            Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, menggunakan fasilitas internet untuk mencari bahan-bahan yang dapat dijadikan referensi. Serta bahan-bahan yang di ambil dari buku Android, Bahasa pemrograman Eclipse dan beberapa buku Biologi kelas X.

2.      Perancangan
            Aplikasi ini menggunkan Desain Navigasi Hirarki. Kemudian membuat rancangan tampilan atau output yang akan di sajikan. Penyusunan tata letak baik gambar maupun teks dibuat konsep yang sederhana tanpa mengabaikan unsur-unsur yang ada, sehingga dapat menyajikan tampilan yang informatif dan mudah dipahami pengguna nantinya.

3.      Coding
Bahasa pemrograman yang di gunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah Eclipse dan emulator SDK Android.

4.      Uji Coba dan Implementasi
Setelah di buat coding di lakukan uji coba. Apakah aplikasi ini mampu menyediakan informasi yang tepat bagi pengguna, jika belum maka akan dilakukan perbaikan. Aplikasi yang telah menjalani proses uji coba dan berhasil, maka kemudian aplikasi ini akan di implementasikan ke dalam telepon pintar (smartphone) Android 2,3 agar bisa dioperasikan pada lingkungan sebenarnya. Aplikasi ini menggunakan cara pengujian Top to bottom.

5.      Pemeliharaan
            Pada tahap ini, pemeliharaan di lakukan dengan membuat website resmi aplikasi. Konten dari website tersebut ialah mengenai kabar terbaru dari aplikasi, link unduh aplikasi dan juga kabar terbaru mengenai kelemahan yang masih terdapat dalam aplikasi

F.     SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk mempermudah pembaca dalam mengerti dan memahami tulisan ini, maka akan di jelaskan mengenai hal-hal yang akan diuraikan pada tiap-tiap bab yang dapat digambarkan sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, sistematika penulisan.

BAB II            LANDASAN  TEORI
Dalam bab ini memberikan penjelasan sekilas mengenai pengenalan Biologi, pengenalan Android, pengenalan bahasa pemrograman Eclipse, pengenalan SDK Android dan struktur navigasi.

BAB III          ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai aplikasi yang dibuat struktur navigasi, rancangan tampilan, langkah-langkah pembuatan, cara upload dan cara penggunaan serta spesifikasi software dan hardware

BAB IV          PENUTUP
Pada bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Minggu, 13 Mei 2012

PENGUMPULAN DATA (TEKNIK PENGUMPULAN DATA, JENIS DATA DAN JENIS VARIABEL)


Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data.

A.    Teknik Pengumpulan Data
1.      Wawancara
Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan
tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana.

2.      Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, Dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan,

3.      Daftar Pertanyaan (Kuisoner)
Suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan
khusus yang memungkinkan penganalisis untuk mengumpulkan data
mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik dari orang-orang
utama di dalam organisasi serta pendapat dari responden yang dipilih.

4.      Pengambilan Sample
Pengambilan sampel (sampling) adalah pemilihan sejumlah item
tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari
sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya.

5.      Dokumentasi
mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.

B.     Jenis Data
-          Data berdasarkan sumbernya:

1.            Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

2.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

-          Data berdasarkan sifatnya:
1.      Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat sketsa dan gambar.
2.       Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.
3.      Data diskrit (data nominal) adalah data yang hanya dapat digolong-golongkan secara trepisah, secara diskrit atau kategori.
4.       Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran.
5.      Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat.
6.      Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidam mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
7.      Rasio adalah data yang jaraknya sama.
8.       Variable adalah atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.



C.    Jenis Variabel

 Variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan. 
Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

Variabel ditinjau dari aspek hubungan antar variabel yang digunakan untuk penelitian:

-          Variabel dependen (terikat). Variabel ini merupakan variabel terikat yang besarannya tergantung dari besaran variabel independen (bebas). Besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel independen ini, akan memberi peluang terhadap perubahan variabel dependen (terikat) sebesar koefisien (besaran) perubahan dalam variabel independen. Artinya, setiap terjadi perubahan sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah sekian satuan juga. Sebaliknya jika terjadi perubahan (penurunan) variabel independen (bebas) sekian satuan, diharapkan akan menyebabkan perubahan (penurunan) variabel dependen sebesar sekian satuan juga. Hubungan antar variabel, yakni variabel independen dan dependen, biasanya ditulis dapal bentuk persamaan, Y = a + bX. Misalnya bentuk eprsamaan linear Y = 3 + 2X. Y adalah pengguaan Pupuk dalam satua Kwintal, dan Y adalah hasil produksi padi dalam satuan Ton. Bila terjadi perubahan X sebesar 1 ((satu) satuan (kwintal), diharapkan akan terjadi perubahan Y sebesar 2 (dua) satuan Ton.

-          Variabel Moderator

Analisis hubungan yang menggunakan minimal dua variabel, yakni satu variabel dependen dan satu atau beberapa variabel independen, adakalanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel moderator ini adalah variabel yang selain bisa memperkuat hubungan antar variabel, dilain pihak juga bisa memperlemah hubungan antara satu atau beberapavariabel independen dan variabel dependen.

-          Variabel Intervening.

Variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel (variabel moderator), secara teori merupakan satuan yang bisa diukur. Akan tetapi variabel yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara pasti.

-          Variabel Kontrol.

Variabel kontrol, kualitas dan kuantitasnya biasanya bisa dikendalikan oleh peneliti sesuai dengan waktu dan tempat yang dikehendaki.

Sumber :


Kamis, 19 April 2012

METODE ILMIAH


Metode ilmiah merupakan gabungan dari dua aliran pemikiran yaitu rasionalism dan empirism. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Dalam metode ilmiah, pengetahuan diperoleh melalui penelitian yang sistematis, objektif, terkontrol dan dapat diuji. Metode ilmiah mengacu pada serangkaian prosedur untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau memperbaiki dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut ilmiah, metode penyelidikan harus didasarkan pada pengumpulan bukti empiris dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran tertentu.

Karakteristik metode ilmiah :
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa
4. Menggunakan hipotesa
5. Menggunakan ukuran objektif
6. Menggunakan teknik kuantifikasi

Langkah-langkah atau tahapan-tahapan metode ilmiah :
1. Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
3. Menyusun hipotesis.
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan.
Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
6. Menguji kesimpulan.
Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.
7. Menulis laporan Ilmiah.
Untuk mengkomunikasikan hasil penelitian kepada orang lain sehingga orang lain tahu bahwa kita telah melakukan suatu penelitian ilmiah.










Selasa, 27 Maret 2012

PENGERTIAN KARYA ILMIAH, CIRI-CIRI KARYA ILMIAH DAN SIKAP ILMIAH

A.    KARYA ILMIAH
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
B.     CIRI – CIRI KARYA ILMIAH

1.      Objektif. Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.
2.      Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
3.      Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4.      Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 

C. SIKAP ILMIAH

Adalah sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan dalam
melakukan tugasnya untuk mempelajari meneruskan, menolak atau menerima serta
merubah atau menambah suatu ilmu. Prof harsojo menyebutkan enam macam sikap
ilmiah :22
1.       Obyektivitas , dalam peninjauan yang penting adalah obyeknya
2.      Sikap serba relatif , ilmu tidak mempunyai maksud mencari kebenaran mutlak,
ilmu berdasarkan kebenaran-kebenaran ilmiah atas beberapa postulat, secara a
priori telah diterima sebagai suatu kebenaran.
3.      Sikap skeptis adalah sikap untuk selalu ragu-ragu terhadap pernyataan-pernyataan
yang belum cukup kuat dasar-dasar pembuktiannya.
4.      Kesabaran intelektual , sanggup menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah
pada tekanan agar dinyatakan suatu pendirian ilmiah , karena memang belum
selesainya dan cukup lengkapnya hasil dari penelitian , adalah sikap seorang
ilmuwan
5.      Kesederhanaan adalah sikap cara berfikir, menyatakan, dan membuktikan
6.      Sikap tidak memihak pada etik.




http://dezhi-myblogger.blogspot.com/2012/03/ciri-ciri-karya-ilmiah.html