Senin, 26 Maret 2012

OSI LAYER APPLICATION, PRESENTATION, SESSION

1.      SESSION LAYER
1.1.Definisi
Lapisan session bertanggung jawab untuk mengendalikan dialog antar node . Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

1.2.Teknologi hardware
Gateway

1.3.Protocol
NETBIOS:  suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application.
NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager.
 ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
 PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
1.4.Jenis pesan/interaksi
 komunikasi dapat berlangsung dalam 3 mode dioalog:
-          Simplex, komunikasi satu arah
-          Half-duplex ,komunikasi 2 arah bergantian
-          Full-duplex, komunikasi 2 arah bersamaan

1.5.Pada TCP/IP setara dengan layer
Lihat pada gbr.1 di bawah
2.      PRESENTATION  LAYER
2.1.Definisi

Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.

2.2.Teknologi hardware
- Gateway
-  Redirector
2.3.Protocol
-          Perangkat lunak redirektor (redirector software),  seperti layanan Workstation (dalam Windows NT)
-          Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).


2.4.Pada TCP/IP setara dengan layer
Lihat pada gbr.1 di bawah

3.      APPLICATION LAYER
3.1. Definisi

Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, Application layer  , Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah web server, mail, FTP,DHCP,TELNET,DNS,SNMP.
1. Web Server (HTTP,HTTPS)
HTTP (Hypertext Transfer Protocol, adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).
Fungsi :
 menjawab antara client dan server.
 membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host  yang jauh (biasanya port 80).
HTTPS  adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web.  HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
Fungsi : HTTPS melakukan enkripsi informasi  antara browser  dengan web server yang menerima informasi.  Memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks.
2. Mail (SMTP, POP3,IMAP)
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. Menggunakan TCP, port 25.
Fungsi : digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke e-mail server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang e-mail antara server-server SMTP.
POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya  merupakan  protokol yang  digunakan untuk pengelolaan mail.
Fungsi : digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Menggunakan TCP, port 110.
IMAP (Internet Message Access Protocol)
adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail  dari server. Lebih kompleks daripada POP3.
Fungsi  :  memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada.

3. FTP (File Transfer Protocol)
adalah sebuah protokol Internet  yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.  FTP menggunakan protocol TCP port 21.
Fungsi :
untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas   komputer antara klien FTP dan server FTP.
Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server  yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama.
Fungsi :
·        Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan  mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
·        memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi tentang konfigurasi jaringan.

5. TELNET(Telecommunication network)
Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif 

6. DNS (Domain Name System)
Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers .
Fungsi :
·        menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
·        address/name translation
·        DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

7. SNMP (Simple Network Management Protocol)
            adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP.
Fungsi : supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.


3.2. Teknologi hardware
Gateway
3.3.Protocol
FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3



KELOMPOK OSI LAYER 5,6,7
KELAS                                   : 3 KA 17
MATA KULIAH                   : JARINGAN KOMPUTER
ANGGOTA KELOMPOK    : 
1.      AGUSTINE HANA .M         (12109549)
2.      HELLSEN KHORES            (10109007)
3.      HENRY ADRIAN .I              (10109107)
4.      NOVRI YANTO                   (13109139)
5.      EVAN .D.H                           (10109908)
6.      FATMIWORO                      (14109467)


SUMBER : 
http://disconnected32.wordpress.com/2008/09/22/pengenalan-jaringan/
http://www.slideshare.net/rosmida/application-layer-5986551



MAKALAH PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF

Nama anggota :
-          Agustine Hana .M                   12109549
-          Hellsen Khores                        10109007
-          Henry Adrian .I                      10109107
-          Fatmiworo                               14109467
-     Novri yanto                             13109139

Kelas               :           3KA17

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

MasalahSelama ini dalam membuat suatu paragraf 
sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuatsuatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf.Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraph dengan baik danbenar sesuai dengan kaedahnya.

1.2 Batasan Masalah
1. mengetahui pengertian paragraph
2. Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraph
3.pembagian paragraph menurut jenisnya
4. mengembangkan suatu paragraph

1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yang harusdiperhatikan dalam membuat suatu paragraph. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapatmengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapatmelatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatuparagraph.

BAB II PEMBAHASAN 

2.PENDAHULUAN 

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimatdalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiriatas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat.

Contoh sebuah paragraf :

Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kalipula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetapmenjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung,penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampahbanyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selamapengumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapatdilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebabitu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraph seperti:
a. peranan bahasa dalam kehidupan;
b. penyebab kebakaran hutan:
c. manfaat koperasi;
d. Tragedi Semanggi;
e. kehidupan di ruang angkasa;
f. Trisakti sebagai karnpus reformasi.

Topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagasan pokok di dalam sebuahparagraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulahtopik paragraf.

2.2. Syarat-Syarat Paragraf 

Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.

a) Kesatuan Paragraf 

Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yangmembentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpangdari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu,paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dariparagraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.Jateng sukses, Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandinganfinal Kejurnas TinjuAmatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. KotaSemarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Propinsi Jateng. Pernyataan itu dianggapwajar karena yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medaliperak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ketangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pemah diraih oleh Jatengdalam arena seperti itu.Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf. Oleh sebab itu, kalimattersebut harus dikeluarkan dari paragraf.

b) Kepaduan Paragraf 

Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan(kata-kata) pengait kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalamparagraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahanyang dibicarakan

Pengait Paragraf Agar paragraf menjadi padu digunakan pengait paragraf, berupa :

1) Ungkapan penghubung transisi,
2) Kata ganti, atau
3) Kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan).Ungkapan pengait antar kalimat dapat  berupa penghubung/transisi.

1.)Beberapa Kata Transisi

1. Hubungan tambahan :
lebih lagi, selanjutnya, tambah pula, di samping itu, lalu,berikutnya,demikian pula, begitu juga, di samping itu, lagi pula.

2. Hubungan pertentangan :
akan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupundemikian,sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya.

3. Hubungan perbandingan :
sama dengan itu, dalam hal yang demikian, sehubungandengan.Itu.

4. Hubungan akibat:
oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka, oleh seba itu

5. Hubungan tujua:
untuk itu, untuk maksud itu

6. Hubungan singkatan :
singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan katalain,Sebagai simpulan.

7. Hubungan waktu :
sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian

8. Hubungan tempat :
berdekatan dengan ituParagraf di bawah ini memperlihatkan pemakaian ungkapan pengait antarkalimat yang berupaungkapan penghubung transisi.Belum ada isyarat jelas bahwa masyarakat sudah menarik tabungan deposito mereka. Sementaraitu, bursa efek Indonesia mulai goncang dalam menampung serbuan para pemburu saham.Pemilik-pemilik uang berusaha meraih sebanyak-banyaknya saham yang dijual di bursa. Olehkarena itu, bursa efek berusaha menampung minat pemilik uang yang menggebu-gebu.Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam tempo cepat melampaui angka 100persen. Bahkan, kemarin IHSG itu meloncat ke tingkat 101,828 persen,Dengan dipasangnya pengait antarkalimat sementara itu, oleh karena itu, akibatnya, dan bahkandalam paragraf tersebut, kepaduan paragraf terasa sekali, serta urutan kalimat-kalimat dalamparagraf itu logis dan kompak.

2) Kata Ganti 
Ungkapan pengait paragraf dapat juga berupa kata ganti, baik kata ganti orang maupun kata gantiyang lain.

(1) Kata Ganti Orang 

Dalam usaha memadu kalimat-kalimat dalam suatu paragraf, kita banyak menggunakan kata gantiorang. Pemakaian kata ganti ini berguna untuk menghindari penyebutan nama orang berkali-kali.Kata ganti yang.dimaksud adalah saya, aku, ku, kita, kami (kata ganti orang pertama), engau,kau,kamu, mu,kamu sekalian (kata ganti orang kedua),’ dia, ia, beliau, mereka, dan nya (kata gantiorang ketiga). Hal ini dapat kita lihat pada contoh berikut ini.

Rizal, Rustam, dan Cahyo adalah teman sekolah sejak SMA hingga perguruan tinggi. Kini merekasudah menyandang gelar dokter dari sebuah universitas negeri di Jakarta. Mereka merencanakanmendirikan suatu poliklinik lengkap dengan apoteknya. Mereka menghubungi saya dan mengajak bekerja sarna, yaitu saya diminta menyediakan tempatnya karena kebetulan saya memilikisebidang tanah yang letaknya strategis, Saya menyetujui permintaan mereka.
Kata mereka dipakai sebagai pengganti kata Rizal, Rustam, dan Cahyo agar nama orang tidak disebutkan berkali-kali dalam satu paragraf. Penyebutan nama orang yang berkali-kali dalam satuParagraf akan menimbulkan kebosanan serta menghilangkan keutuhan paragraf. Hal ini dapatdilihat dalam kalimat di bawah ini.

Hajjah Utamiwati adalah ketua majelis taklim di desa ini. Rumah Hajjah Utamiwati terletak dekat masjid Nurul Ittihad.
Pengulangan Hajjah Utamiwati akan menimbulkan kesan kekurang paduan dua kalimat itu.Kesannya akan lain jika kalimat itu diubah sebagai berikut.

Hajjah Utamiwati adalah ketua majelis taklim di desa ini. Rumahnya terletak dekat masjid Nurul Ittihad.

Bentuk -nya dalam kalimat di atas adalah bentuk singkat kata ganti orang ketiga, yaitu HajjahUtamiwati.
Dengan demikian, kepadu kalimat-kalimat itu dapat kita rasakan.Penggunaan kata ganti orang ketiga tunggal, beliau, dapat dilihat pada kalimat berikut ini.

Ibu Sud adalah pencipta lagu empat zaman yang sangat produktif. Beliau telah menciptakan tidak kurang dari dua ratus buah lagu

Semua kata ganti orang hanya dapat menggantikan nama orang dan hal-hal yangdipersonifikasikan. Kalirnat berikut itu memperlihatkan hal yang dipersonifikasikan dari subjek kalimat. Oleh sebab itu, kalimat ini masih dibenarkan.

(2) Kata Ganti yang Lain

Kata ganti lain yang digunakan dalam meneiptakan kepaduan paragraf ialah itu, ini, tadi, begitu,demikian, di situ, ke situ, di atas, di sana, di sini dan sebagaia. Perhatikan contoh berikut .ltu asrama mereka. Mereka tinggal di situ sejak kuliah tingkat satu sampai dengan meraih gelar sarjana. Orang tua mereka juga sering berkunjung ke situ.

3) Kata Kunci

Di samping itu, ungkapan pengait dapat pula berupa pengulangan kata-kata kunci, seperti katasampah pada contoh paragraf yang pertama. Pengulangan kata-kata kunci ini perlu dilakukandengan hati-hati (tidak terlalu sering)


 
 (2) Kata Ganti yang Lain

Kata ganti lain yang digunakan dalam meneiptakan kepaduan paragraf ialah itu, ini, tadi, begitu,demikian, di situ, ke situ, di atas, di sana, di sini dan sebagaia. Perhatikan contoh berikut .ltu asrama mereka. Mereka tinggal di situ sejak kuliah tingkat satu sampai dengan meraih gelar sarjana. Orang tua mereka juga sering berkunjung ke situ.





(3) Kata Kunci

Di samping itu, ungkapan pengait dapat pula berupa pengulangan kata-kata kunci, seperti katasampah pada contoh paragraf yang pertama. Pengulangan kata-kata kunci ini perlu dilakukandengan hati-hati (tidak terlalu sering).

2.3 Pembagian Paragraf menurut Jenisnya

Dalam sebuah karangan (komposisi) biasanya terdapat tiga macam paragraf jika dilihat dari segijenisnya.

1) Paragraf Pembuka
Paragraf ini merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada segala pembicaraan yang akanmenyusul kemudian. Oleh sebab itu, paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatianpembaea, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikanselanjutnya. Salah satu cara untuk menarik perhatian ini ialah dengan mengutip pernyataan yangmemberikan rangsangan dari para orang terkemuka atau orang yang terkenal.

2) Paragraf Pengembang 
  Paragraf pengembang ialah paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan paragraf yangterakhir sekali di dalam bab atau anak bab itu. Paragraf ini mengembangkan pokok pembicaraanyang dirancang. Dengan kata lain, paragraf pengembang mengemukakan inti persoalan yang akandikemukakan. Oleh sebab itu, satu paragraf dan paragraf lain harus memperlihatkan hubungan yangserasi dan logis. Paragraf itu dapat dikembangkan dengan eara ekspositoris, dengan eara deskriptif,dengan eara naratif, atau dengan eara argumentatif yang akan dibiearakan pada halaman-halamanselanjutnya.

3) Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuanyang lebih kecil di dalam karangan itu. Biasanya, paragraf penutup berupa simpulan semuapembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian-bagian sebelumnya.

2.4. Tanda Paragraf 

Sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira lima ketukan mesin ketik atau kira-kira dua sentirneter. Dengan demikian, para pembacamudah dapat melihat permulaan tiap paragraf sebab awal paragraf ditandai oleh kalimatpermulaannya yang tidak ditulis sejajar dengan garis margin atau garis pias kiri. Selain itu, penulisdapat pula menambahkan tanda sebuah paragraf itu dengan memberikan jarak agak renggang dariparagraf sebelumnya.

2.5. Rangka atau Struktur Sebuah Paragraf 

Rangka atau struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimatpenjelas. Dengan kata lain, apabila dalam sebuah paragraf terdapat lebih dari sebuah kalimat topik,paragraf itu tidak termasuk paragraf yang baik. Kalimat-kalimar di dalam paragraf itu harus salingmendukung, saling menunjang, kait-berkait satudengan yang lainnya.>>Kalimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibiearakan pengarang. Pengarangmeletakkan inti maksud pembicaraannya pada kalimat topik.Karena topik paragraf adalah pikiran utama dalam sebuah paragraf, kalimat topik merupakankalimat utama dalam paragraf itu. Karena setiap paragraf hanya mempunyai sebuah topik, paragraf itu tentu hanya mempunyai satu kalimat utama. Kalimat utama bersifat umum. Ukuran keumuman sebuah kalimat terbatas pada paragraf itu saja.Adakalanya sebuah kalimat yang kita anggap umum akan berubah menjadi kalimat yang khususapabila paragraf itu diperluas.Perhatikan paragraf berikut

Penduduk Tegal, umpamanya, merasa tidak dapat hidup di daerahnya lagi karena bahan makananyang akan dimakan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan penduduk. Hal ini disebabkan olehledakan penduduk Tegal terlalu besar sehingga daerah pertanian yang relatif tidak bertambahhasilnya itu tidak dapat menampung perkembangan penduduk. Pertumbuhan penduduk Tegal jauhlebih besar daripada perkembangan daerah pertanian yang ada di situ.
Kalau kita lihat paragraf di atas, kalimat yang paling umum’ sifatnya ialah kalimat pertama, yaitu “Penduduk Tegal, umpamanya, merasa tidak dapat hidup di daerahnya lagi karena bahanmakanan yang akan dimakan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan penduduk.” Kalimat-kalimat selanjutnya adalah kalimat-kalimat penjelas yang fungsinya menjelaskan gagasan utama yangterletak pada kalimat pertama

2.6 PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Paragraf adalah susuna dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, mengandung sebuah makna, dandidalamnya terdapat gagasan utama.Paragaraf deduktif dan Induktif adalah salah satu contoh paragraph yang dilihat dari letak gagasanutamanya.

1.Paragraf Deduktif 
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragaraf dan dilengkapidengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dandisusul dengan penjelasan umum.Contoh:Pada tahun 2008 kualitas masyarakat Indonesia semakin rendah. Hal ini dapat dilihat dari semakinmeningkatnya angka pengangguran di Indonesia.Yang tahun sebelumnya hanya 30%, prosentaseangka pengangguran dan tahun ini bertambah menjadi 40%. Angka kriminalitas di Indonesia jugasemakin membeludak.Dan yang paling parah banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengikutiprogram pemerintah 9 tahun. Dilihat dari dua realita ini kita suda bisa mengukur SDM masyarakatIndonesia

2.Paragraf Induktif 
Pargaragraf Induktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhir kalimat dan kalimatpenjelasnya terletak di awal paragraph. Paragraf ini diawali dengan urutan pernyataan khusus dandisusul dengan pernyataan umum.Contoh:Setiap hari Abo selalu pulang malam. Sekitar jam 20.00. Sangat tak masuk akal jika seorang pelajar pulang malam. Diapun tak pernah belajar. Hidupnya selalu di penuhi dengan gemerlapnya dunia.Tak ada kata susah didalam pikirannya. Maka dari itu sangart wajar sekali jika Abo tidak naik kelas.

2.7 Pengembangan paragraf 
Pengembangan paragraf mencakup dua hal:
1. Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasanbawahan;
2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisanyang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisan argumentasi isidapat berupa pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh,analogi, dan sebab akibat
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalampenulisanyang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisanyang singkat, akurat, dan padatContoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan dimana rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
Narasi:
Kubuka peralatan kerjaku di bagian sortir, dan mulailah aku bekerja hingga istirahat pukul12.00. Lima jam bekerja membuat pinggangku selalu terasa pegal. Satu jam istirahat akugunakan untuk makan, salat, dan berbaring sejenak. Pukul empat, aku menyudahi pekerjaankuuntuk memburu bus yang akan membawaku pulang.

Eksposisi:
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, wargaDesa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga.Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.

Argumentasi 
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian.Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahalkesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kitaperoleh pada hutan yang belum digarap petani.

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Karangan yang pendek / singkat yang berisi sebuah pikiran dan didukung himpunan kalimat yangsaling berhubungan untuk membentuk satu gagasan disebut paragraph / alinea. Untuk dapat membuatsuatu paragraph yang baik harus memiliki dua ketentuan yakni kesatuan paragraph dan kepaduanparagraph.Pengembangan paragraf mencakup dua hal:
1. Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasanbawahan;
2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
Saran
Mahasiswa di tuntut untuk lebih dalam mempelajari pelajaran Bahasa Indonesia.Karena dengan itudapat menambah wawasan kita. Misalnya dalam pembuatan suatu paragraf, kita tidak keliru lagi. Lebihmemahami unsur-unsur yang menyangkut suatu paragraf.
 SUMBER : Wartawarga.gunadarma.ac.id
                    Wikipedia-Kalimat 

Jumat, 16 Maret 2012

PENALARAN DEDUKTIF


 Deduktif adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.

Jenis-jenis Penalaran Deduktif 
1.Silogisme
Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).

 Bentuk silogisme
1.       Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris. 
2.       Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.


Misalnya:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis2: Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis2: Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.

2.Silogisme Standar
 Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.
Proposisi 1 dan 2 adalah premis Proposisi 3 adalah konklusi


Contoh:
Semua pahlawan adalah orang berjasa Kartini adalah pahlawan
Jadi: Kartini adalah orang berjasa´

Hukum-hukum Silogisme


 a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:


1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
2.Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
3.Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
4.Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.


1.Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
2.Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif
3. Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yangpaling lemah)
4.Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.

Bentuk Silogisme Menyimpang
 Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.

Macam-macam Silogisme :


1.Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor,sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.


Contoh :
Premis Mayor : Tidak ada manusia yang kekal
Premis Minor : Socrates adalah manusia
Kesimpulan : Socrates tidak kekal

2.Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Contoh :
Premis Mayor : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Premis Minor : Air tidak ada.
Kesimpulan : Manusia akan kehausan.

3.Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
Premis Mayor : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Premis Minor : Nenek Sumi berada di Bandung.
Kesimpulan : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Entimem
Entimem atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani ‘en´ artinya di dalam dan ‘thymos´ artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah "retorik silogisme" adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi.


Contoh :
Rumus Entimem
PU : Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.
PK : Nyoman pegawai yang baik.
S : Nyoman tidak pernah datang terlambat
Entimem : Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik


SUMBER:
http://www.scribd.com/doc/50370346/PENGERTIAN-PENALARAN-SECARA-UMUM

PENALARAN


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.


Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.

 Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat - syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
1.       Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah
2.       Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semuapremis harus benar.

JENIS-JENIS PENALARAN

PENALARAN INDUKTIF
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.


Penalaran induktif dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
1.Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.


Contoh :Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Generalisasi : Semua presenter berita berparas cantik.
 Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitaskarena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Macam-macam Generalisasi :


Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan, generalisasi dibedakan menjadi 2, yaitu :


a.Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.


b.Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yangberlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki .


Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada2(Gorys Keraf, 1994 : 44-45),yaitu :


a.Tanpa Loncatan Induktif
 Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan,sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.


b.Dengan Loncatan Induktif
Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.

2.Analogi
Penalaran Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogidapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkankesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.


Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.


Contoh :
 Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki,ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu,seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran,dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.


3.Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalan becek.


Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagai berikut:


a) Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapat menyebabkan B, C, D dan seterusnya.


b) Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapi dalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupakan kesimpulan.


c) Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa ³akibat´langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.


Contoh :Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.


SUMBER:

http://www.scribd.com/doc/50370346/PENGERTIAN-PENALARAN-SECARA-UMUM

Kamis, 08 Maret 2012

KONVENSI NASKAH


Pengembangan tema sebuah karangan tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang dilakukan kemudian. Perincian dalam kerangka karangan dapat diarahkan kepada pembentukan bab-bab dan anak-anak bab, sedangkan perincian-perincian yang dilakukan kemudian diarahkan kepada penetapan pokok-pokok utama dan pokok-pokok bawahan yang akan menjadi inti atau gagasan utama alinea-alinea.

Persyaratan formal yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu : bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.

1. Bagian Pelengkap Pendahuluan

Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Bagian pelengkap pendahuluan terdiri dari :

· Judul pendahuluan
Judul pendahuluan adalah nama karangan. Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan. Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya. Judul di ketik dengan huruf capital.

· Halaman pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah.

· Halaman judul

· Halaman persembahan
            Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis.

· Kata pengantar
            Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan.

· Daftar isi
Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab.
· Gambar, tabel, keterangan
            Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar atau tabel - tabel maka setiap gambar dan tabel yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar dan daftar tabel.

Sebuah karangan formal, harus memenuhi semua syarat di atas. Sebaliknya bila ada hanya judul, daftar isi, dan kata pengantar atau kurang dari itu, maka karangan itu disebut sebagai karangan yang semiformal. Karangan yang nonformal bila karangan itu tidak mempergunakan semua bagian tersebut di atas.

2. Bagian Isi karangan

Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. Bagian isi karangan biasanya terdiri dari :

· Pendahuluan
            Pendahuluan adalah bab I karangan. Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan.

· Tubuh karangan
            Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna).

· Kesimpulan
            Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan.

3. Bagian Pelengkap Penutup

Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah. Ada bebarapa bagian yang biasanya dimasukkan dalam bagian pelengkap penutup karangan yaitu : lampiran, bibliografi, dan daftar indeks.


Sumber :
ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Konvensi+Naskah.doc
http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/27/konvensi-naskah/